Asal Mula Baju Bodo / Baju Tokko

Baju Bodo/Baju Tokko adalah pakaian tradisional perempuan Bugis Bone. Baju bodo berbentuk segi empat, biasanya berlengan pendek, yaitu setengah atas bagian siku lengan. Baju bodo juga dikenali sebagai salah satu busana tertua di dunia.

Menurut adat Bugis, setiap warna baju bodo yang dipakai oleh perempuan Bugis menunjukkan usia ataupun martabat pemakainya.

Warna Baju :   

Jingga    
dipakai oleh anak perempuan berumur 10 tahun.

Jingga dan merah    
dipakai oleh gadis berumur 10-14 tahun.

Merah    
dipakai oleh perempuan berumur 17-25 tahun.

Putih dan Hitam   
dipakai oleh para pembantu dan dukun.

Hijau    
dipakai oleh perempuan bangsawan.

Ungu    
dipakai oleh para janda.

Pakaian ini kerap dipakai untuk acara adat seperti upacara mappabbotting/pernikahan. Tetapi kini, baju bodo mulai direvitalisasi melalui acara lainnya seperti lomba menari atau menyambut tamu agung dan acara seremonial lainnya.

Dulu, baju bodo bisa dipakai tanpa penutup payudara. Hal ini sudah sempat diperhatikan James Brooke (yang kemudian diangkat sultan Brunei menjadi raja Sarawak) tahun 1840 saat dia mengunjungi istana Bone :

Pada awalnya "Perempuan Bugis mengenakan pakaian sederhana. Sehelai sarung [menutupi pinggang] hingga kaki dan baju tipis longgar dari kain kasa, memperlihatkan payudara dan lekuk-lekuk dada." Rupanya cara memakai baju bodo ini masih berlaku di tahun 1930-an.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Sejarah Bone

Andi Gadjong Menyapa

Leluhur Bugis

Bangsa Bugis

BONE MENYAPA Copyright © 2009 Baco Puraga Designed by Tebo
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...